Purwokerto, Minggu (28/12/2025) — Last Sunday Ride (LSR) 16 Purwokerto 2025 telah berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh semangat. Kegiatan gowes serentak ini menjadi momen penutup tahun yang menyenangkan bagi pesepeda, sekaligus menghadirkan pesan sederhana: bersepeda bisa menjadi ruang kebersamaan yang aman, ramah, dan inklusif.
Sejak pagi, area start Alun-Alun Purwokerto, dipenuhi lebih dari 200 peserta terdaftar. Pesepeda dari berbagai komunitas dan latar belakang. Beragam jenis sepeda terlihat ikut meramaikan—mulai dari sepeda lipat, roadbike, MTB, hingga commuter. Rute yang ditempuh sekitar 28 km dipilih untuk memberi pengalaman gowes yang nyaman bagi banyak level pesepeda, dengan karakter yang lebih menonjolkan eksplorasi kota ketimbang kompetisi.
Tidak ada nuansa “kejar-kejaran waktu” layaknya lomba. LSR Purwokerto 2025 lebih menekankan pengalaman menikmati perjalanan, ritme kayuh yang santai, serta interaksi positif antar peserta. Sepanjang rute, peserta tampak saling menyapa, berbagi ruang, dan menjaga satu sama lain—sebuah gambaran budaya bersepeda yang semakin tumbuh di berbagai kota.
Usai finish, peserta menikmati hidangan dari RM Gerai Lodeh sambil bersantai dan berbagi cerita perjalanan—momen kecil yang memperkuat rasa kebersamaan yang jadi ruh LSR.
LSR 16 sendiri merupakan bagian dari gowes serentak yang digelar di banyak kota. Dari Palembang, Malang, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Sorong, hingga kota-kota lainnya bahkan dari negara tetangga Malaysia—semangatnya sama: menutup tahun dengan energi positif dan menunjukkan bahwa jalanan bisa jadi ruang berbagi yang aman, ramah, dan penuh senyum. Semangat yang dibawa serupa: merayakan akhir tahun dengan aktivitas sehat, memperkuat jejaring komunitas, dan mendorong gaya hidup aktif yang bisa diikuti siapa saja.
Di tengah suasana akhir tahun, LSR terasa seperti ruang refleksi bersama: melepas penat, menutup bab yang sudah dilalui, lalu menyambut lembar baru dengan langkah yang lebih ringan. Pesan LSR yang kerap diingat peserta pun terasa relevan—“Kita tidak sama, kita sepedaan sama-sama.” Berbeda sepeda, berbeda pace, berbeda komunitas, namun tetap berada dalam satu barisan yang saling menghargai.
Bagi banyak peserta, LSR Purwokerto 2025 bukan sekadar tentang jarak tempuh, tetapi tentang “rasa” yang tercipta di jalan: bertemu teman baru, menikmati sudut-sudut kota dari perspektif berbeda, dan pulang membawa energi yang lebih baik untuk menyambut tahun berikutnya.
Memasuki tahun 2026, harapan yang menguat adalah sederhana namun penting: semakin banyak ruang aman untuk bersepeda, semakin tertib dan saling menghormati di jalan, serta semakin luas budaya gowes yang ramah untuk semua kalangan. Dengan semangat kebersamaan yang sudah terbangun, LSR menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari hal sederhana—mengayuh bersama, saling menjaga, dan pulang dengan senyum.